08581711074 — konsultanmanajemenrs@gmail.com

Strategi HR Mendorong Organisasi Agile dan Adaptif

Meizar Effendi, Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PT Pupuk Kalimantan Timur

Berada nun jauh di Bontang, Kalimantan Timur, spirit transformasi PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) tertangkap jua di Jakarta. Dalam kompetisi HR Excellence 2020 yang diselenggarakan LM-UI dan majalah SWA baru-baru ini, Pupuk Kaltim berhasil meraih penghargaan tertinggi di kategori HR Transformation dengan rating “AA” (skor 86-100). Sebuah prestasi yang patut dipuji karena menunjukkan tingkat kemajuan praktik manajemen HR Pupuk Kaltim dibandingkan dengan pemain lain dan pemain dari berbagai sektor lain.

Perusahaan penghasil urea (total kapasitas 2,7 juta ton per tahun), amonia (3,4 juta ton per tahun), dan NPK (350 ribu ton per tahun) ini sejak awal memang sudah dekat dengan dunia manajemen modern. Pupuk Kaltim sangat menyadari di era Industri 4.0 saat ini, perusahaan dituntut mentransformasi bisnis agar tidak terlempar dari peredaran.

Bahkan, demi menjalankan transformasi bisnis yang andal, Pupuk Kaltim sepakat mengintegrasikan inovasi, HR strategy, dan digital transformation secara terpadu dan sistematis. “Nah, tugas kami sekarang menyiapkan HR strategy sebagai salah satu aspek yang harus diintegrasikan,” kata Meizar Effendi, Direktur Sumber Daya Manusia & Umum PT Pupuk Kalimantan Timur.

Secara umum di tengah kondisi bisnis yang penuh tantangan dan perubahan dinamis, sebenarnya Pupuk Kaltim telah mengambil langkah-langkah optimalisasi dan efisiensi kinerja dalam semua sektor. Sehingga, perusahaan bisa bertahan dalam peningkatan produktivitas dan pemenuhan target. Perusahaan pun senantiasa menyelaraskan proyeksi tren di masa depan, agar selalu siap dalam menghadapi tantangan bisnis sekaligus dapat mengoptimalkan peluang untuk keberlangsungan perusahaan.

Namun, harus diakui, saat ini tuntutan perubahan memang semakin kompleks, sehingga membutuhkan penanganan yang detail dan terukur. Khusus untuk strategi HR, setidaknya ada dua peran sekaligus yang saling terkait. Pertama, strategi HR harus mengacu pada strategi korporat 2018-2022 yang fokus pada Profit, People, Planet. Kedua, sebagai bagian dari strategi korporat, HR juga harus mendukung penerapan Industri 4.0, yaitu Portfolio Investment, Production Efficiency, dan Product Diversification.

Guna mendukung dua peran yang saling terkait itu, strategi HR Pupuk Kaltim meliputi tujuh hal. Yaitu, organisasi yang agile dan adaptif; empowering millenials, inovasi dan breakthrough pro­ject; HR digitalization; penguatan kompetensi; membangun agility dan business awareness; serta learning beyond boundaries.

Terkait organisasi yang agile dan adaptif, dijelaskan Meizar, hal itu merupakan kunci mencapai strategi korporat sekaligus mendukung penerapan Industri 4.0. Banyak cara yang bisa dilakukan agar agile & adaptif. Di antaranya, membuat struktur organisasi yang adaptif terhadap kebutuhan usaha, melakukan rekrutmen yang selektif berdasarkan klasifikasi bisnis utama, dan membentuk tim ad hoc lintas divisi atau lintas unit, untuk menyesuaikan proyek-proyek yang di luar tanggung jawab utama unit yang bersangkutan. “Kami membentuk 32 tim ad hoc yang ditetapkan oleh SK direksi, sedangkan yang tanpa SK ada ratusan,” ungkap Meizar menggambarkan situasi.

Meizar yakin, dengan mening­katkan organisasi yang agile, produktivitas bisa meningkat berkali lipat. Selain itu, organizational culture health index juga meningkat, yang pada akhirnya akan mengoptimalkan budaya organisasi.

Strategi memberdayakan milenial, Meizar menyatakan, menjadi prioritas yang tidak bisa ditunda-tunda. Pasalnya, jumlah milenial di perusahaan saat ini lebih dari 60%. Dari total 1.650 karyawan, lebih dari seribu adalah milenial. Karena jumlahnya yang sangat besar, perusahaan memutuskan memberikan perlakuan khusus dalam pengelolaan generasi milenial.

 

sumber: https://swa.co.id/swa/business-update/strategi-hr-mendorong-organisasi-agile-dan-adaptif